Senin, Februari 13, 2012

Listrik. Yang perlu diperhatikan untuk memulai usaha warnet.

Listrik adalah salah satu hal pokok dalam usaha warnet. Jika listrik mati, maka warnet pun mati.

Itu artinya listrik mati atau biasa orang menyebutnya mati lampu adalah hal yang paling kita tidak inginkan terjadi di tempat kita.

Berikut adalah beberapa hal yang saya catat selama pengalaman saya beberapa tahun menjalankan usaha warnet.

1. Catat dan simpan nama dan no. telp petugas PLN yang memasang installasi listrik di warnet kita.

Atau jika anda sudah memiliki installasi listrik sebelumnya (meteran), dan hanya menambah daya, maka catatlah nama dan no. telpon petugas PLN yang mengurus proses penambaha daya tersebut.

Hal ini sangat berguna jika nanti di kemudian hari ada masalah dengan listrik di warnet kita, maka kita bisa langsung dengan cepat memanggil petugas PLN tersebut untuk memperbaikinya.

2. Catat no. telpon Kantor pelayanan PLN terdekat.

PLN memang sudah memiliki nomor telpon hunting sendiri, namun kita akan menerima pelayanan yang jauh lebih cepat jika kita menelpon kantor layanan PLN terdekat.

3. Gunakan kabel yang besar, minimal ukuran 2x2,5 untuk installasi listrik.

Petugas PLN tidak tau menahu dengan urusan installasi listrik untuk setiap komputer kita. Kita sendiri yang harus membuat installasi listriknya.

Jadi pastikan bahwa kabel yang digunakan untuk setiap komputer adalah kabel besar dengan ukuran minimal 2x2,5.

Kabel ini pasti tersedia di toko peralatan listrik terdekat.

Harga kabel ini kurang lebih Rp250.000,- / roll.

1 Roll kabel panjangnya lebih kurang 50mtr.

4. Pastikan kebersihan setiap kabel dan terminal-nya.

Pemeliharaan kabel listrik sebenarnya tidak terlalu merepotkan.

Jarang pengusaha warnet yang terlalu serius mengurusi kebersihan kabel dan terminal-terminalnya.

Namun toh nyatanya, karena kelalaian saya dalam memperhatikan kebersihan terminal-terminalnya itulah yang membuat beberapa komputer saya sering mati tiba-tiba.

Terminal listrik adalah yang paling rentan karena pada dasarnya adalah tempat bertemunya komputer dan jaringan listrik.

5. Pastikan setiap kabel listrik mudah dilihat dan dijangkau.

Beberapa kali saya kebingungan karena beberapa komputer saya sering mati dengan tiba-tiba.

Dan keadaan ini semakin diperparah dengan sulitnya saya mengakses kabel-kabel listrik yang ada.

Percayalah, mencari 1 titik permasalahan utama diantara begitu banyaknya kabel itu sangat sulit.

6. Gunakan ukuran NCB yang pas (atau yang lebih besar).

Ada 2 macam NCB. 1 NCB luar yang ada di meteran. dan 1 lagi NCB dalam, biasanya dibagi beberapa buah NCB tergantung pemakaiannya.

Untuk NCB luar biasanya sudah diberikan dari PLN. Menjadi 1 paket dengan meterannya. Dan biasanya kita tidak diizinkan untuk mengotak-atik NCB tersebut. *Karena disegel kan?

Untuk NCB dalam ini kita bebas untuk membaginya menjadi sebanyak berapapun sesuai dengan kebutuhan kita.

Saya rekomendasikan untuk membuatnya menjadi paling banyak 6 komputer / NCB.

Akan lebih baik lagi jika dibagi 3 komputer / NCB.

Dengan demikian, jika terjadi masalah atau korslet atau terjadi hubungan arus pendek, maka tidak akan mempengaruhi komputer-komputer lain.

Hanya komputer-komputer yang di NCB yang sama yang terpengaruh.

7. Tempatkan dalam NCB terpisah alat-alat listrik penunjang. Seperti misalnya AC, Kipas Angin, Kulkas dll.

Saya juga ngga mengetahui penjelasan secara ilmiahnya, tapi berdasarkan pengalaman saya, kipas angin itu ternyata sering mengganggu kinerja komputer dan monitor.

Seringkali monitor saya gambarnya menjadi bergerak-gerak sendiri atau bergaris-garis jika dicolok ke listrik yang sama dengan kipas angin.

Maka sebaiknya pisahkan semua alat-alat penunjang tersebut ke dalam NCB khusus untuk alat-alat penunjang.

8. Gunakan sumber listrik cadangan.

Jika pengunjung warnet anda -mudah-mudahan- sangat ramai, maka tak ada salahnya untuk menyediakan genset.

Genset ini akan sangat berguna jika sedang terjadi pemadaman listrik sementara dari PLN.

Terkadang PLN melakukan pemadaman listrik singkat. Durasi mati-nya ngga lama, mungkin antara 10 menit hingga 1 /2 jam.

Namun walaupun tidak lama, itu cukup untuk "mengusir" pelanggan warnet kita kabur ke warnet lain.

Dan saat itulah genset akan benar-benar sangat berguna.


*Ngomong-ngomong soal genset, saya jual genset loh :D barang masih bagus. Saya lagi butuh modal untuk pengembangan usaha yang lain :p

9. Gunakan UPS untuk server.

Ini adalah poin terakhir, dan menurut saya ini hukumnya wajib.

Jika tiba-tiba terjadi pemadaman listrik dari PLN, dan server kita ikut mati. Maka akan sangat kasihan para pelanggan kita yang baru saja login.

Account Billing mereka akan habis begitu saja begitu listrik akhirnya nyala beberapa jam kemudian.

Tentunya ngga adil buat mereka kan? Dan itu artinya kita mengusir pelanggan jika kita membiarkan account mereka habis begitu saja seperti itu.

Sediakan UPS, sehingga waktu kejadian mati lampu mendadak, kita bisa stop dulu semua account billing pelanggan kita, baru matikan server.

10. Gunakan stabilizer untuk setiap komputer.

Eh tadi katanya poin terakhir, kok masih ada lagi? ^^

Permasalahan paling klasik dari semua pengusaha warnet adalah power supply :)

Power Supply adalah alat yang paling sering rusak selain Keyboard dan Mouse.

Hal ini mudah dimengerti mengingat penggunaan komputer warnet yang bisa dari pagi hingga malam hari. Atau bahkan seharian untuk warnet yang buka 24 jam.

Beberapa komputer saya pernah menyala selama 2 minggu full.

Soalnya ada beberapa pengunjung saya yang maniak game.

Mereka bisa 2 minggu ngga pulang-pulang. Siang malam di warnet terus. Makan, mandi, tidur di warnet. Persis seperti Bang Toyib :D

Oke itu adalah 10 poin yang sebaiknya diperhatikan dalam menjalani usaha warnet.

Mudah-mudahan bisa berguna untuk teman-teman yang sudah atau sedang ingin membuka usaha warnet.

Adios Amigos.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar