Sabtu, Januari 18, 2014

Bukan Apa Baik Yang Aku Perbuat, Tetapi Yang Jahat. (Roma 7:19)



Paulus dalam Roma 7 menuliskan betapa frustasinya Paulus akan susahnya untuk bisa lepas dari dosa dan berhenti berbuat dosa.


Saya yakin, kita semua pasti pernah mengalami seperti apa yang Paulus tuliskan dalam Roma 7 ini. Berapa sering kita ingin berhenti dari perbuatan-perbuatan dosa kita? Namun selalu dan selalu jatuh dan jatuh lagi tanpa kita rencanakan.


Hati kita ingin untuk selalu hidup benar dan melakukan semua yang baik di mata Tuhan. Tetapi terkadang, seiring berjalannya waktu, terkadang kesempatan untuk berbuat dosa itu datang, dan kadang hati kita entah sadar atau tidak, kita melakukannya.

Dulu RCTI pernah memiliki sosok karakter yang terkenal, yang bernama Bang Napi. Ada quote dari beliau yang terkenal, Kejahatan terjadi bukan karena ada niat dari pelakunya, tetapi karena ada kesempatan. Berjaga-jagalah.

Hahaa, kalimat itu sebenarnya terdengar rohani kalo kita cermati ya. :)

Kejahatan terjadi bukan karena ada niat dari pelakunya, tetapi karena ada kesempatan. Berjaga-jagalah.

Bukankah kita sering seperti itu?

Kita tidak pernah berencana untuk melanggar lampu merah, tapi.. bukankah kita sering melanggar lampu merah hanya karena pengendara motor di samping kanan-kiri melanggar semua? Kita jadi latah untuk ikutan melakukannya? :)

Kita tidak pernah berencana untuk berbohong, tapi.. bukankah sering tanpa sadar kita meminta orang lain untuk bilang kita tidak ada jika kita sedang dicari oleh orang yang kita hindari?

Dan masih banyak lagi dosa-dosa yang mungkin jauhh lebih berat ya dibandingkan contoh-contoh yang saya tulis di atas.

Dan sesaat setelah melakukan dosa-dosa itu, barulah kita menyesal dan merasa sangat bersalah.

Ini membuat saya bisa merasakan betapa depresinya Paulus saat menuliskan Firman Tuhan itu untuk kita. Saya yakin Paulus menuliskan Firman Tuhan itu atas ilham dan tuntunan dari Roh Kudus.

Dan saat Roh Kudus tuntun Paulus menulis Firman itu, saya yakin betapa Paulus depresi melihat kita para umat Tuhan sering kali jatuh lagi ke dalam dosa, jatuh lagi dan jatuh lagi. Sangat menyedihkan.

Tapi Tuhan mengerti, bahwa bukan keinginan kita yang membuat kita berbuat dosa. Tuhan mau kita belajar menahan keinginan-keinginan daging kita. Melatih tubuh kita untuk tidak berbuat dosa, dan menjauhi dosa.

Saya yakin, kita semua pasti bisa berhenti berbuat dosa jika kita mau terus melatih diri kita sendiri untuk menahan keinginan-keinginan daging.

Mari kita latih diri kita untuk menahan keinginan daging, dan berhenti berbuat dosa, dan Tuhan sendiri yang akan memampukan kita. Amin.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar