Minggu, Januari 26, 2014

Hanya Karena Berbeda, Bukan Berarti Sesat. (Roma 14)



Berapa banyak dari kita yang sering menghakimi orang lain sesat hanya karena kita melihat bahwa mereka berbeda dengan kita?

Pada kenyataannya, berbeda tidaklah berarti sesat. Entah berbeda dalam makanan, pakaian, atau cara ibadah. Mari kita bahas. :)




Sebelum kita bahas lebih lanjut, saya harap saudara membaca dulu Kitab Roma 14 dari ayat 1 sampai selesai. Supaya bisa lebih mengerti dan memahami pokok bahasan kita.

Sering kali kita melihat orang lain atau gereja-gereja lain yang memiliki prinsip-prinsip atau dogma yang berbeda dengan kita.

MAKANAN

Misalnya saja tentang makanan. Apakah saudara termasuk yang makan darah? Atau justru saudara termasuk yang tidak makan darah?

Jika saudara makan darah, maka saat saudara melihat orang lain tidak makan darah, apakah saudara menghakimi mereka sesat hanya karena mereka tidak makan darah?

Atau jika saudara tidak makan darah, apakah saudara menghakimi mereka yang makan darah?

Pada kenyataannya, Firman Tuhan bilang, Kerajaan Allah itu bukanlah soal makanan dan minuman. Tetapi soal Kebenaran, Damai sejahtera, dan Sukacita oleh Roh Kudus. (RM.14:17).

Bukan apa yang masuk ke dalam mulut kita yang menajiskan, tapi justru yang keluar dari mulut kitalah yang menajiskan kita.

Tuhan Yesus berfirman "Dengar dan camkanlah: bukan yang masuk ke dalam mulut yang menajiskan orang, melainkan yang keluar dari mulut, itulah yang menajiskan orang." (MAT.15:11)

Bukan makanan yang membuat kita najis, karena Kerajaan Allah bukanlah tentang makanan, minuman atau segala sesuatu yang bersifat daging. Tetapi Kerajaan Allah adalah tentang Kebenaran, Damai sejahtera, dan Sukacita oleh Roh Kudus.

Karena itu bukanlah makanan atau minuman yang masuk ke dalam mulut kita yang membuat kita layak atau tidak di hadapan Tuhan, tetapi apa yang keluar dari mulut kita, apakah itu kebenaran, atau membawa damai sejahtera dan sukacita untuk orang lain.

Apakah yang keluar dari mulut kita ini menjadi batu sandungan bagi orang lain?  Apakah yang kita ucapkan membuat orang kehilangan damai sejahtera? Membuat sukacita orang lain hilang? Inilah yang membuat kita tidak berkenan di hadapan Tuhan. Bukan soal makanan minuman yang masuk ke dalam mulut kita.

PERBEDAAN LAIN (PAKAIAN, TATA CARA IBADAH, DLL)


Apakah di gereja saudara diwajibkan untuk wanita harus selalu memakai rok? Tidak boleh memakai celana jeans? Atau justru sebaliknya, Apakah di gereja saudara membebaskan wanita untuk memakai celana jeans?

Apakah di gereja saudara mewajibkan jika baptis harus di selam ke dalam air? Atau justru sebaliknya, Apakah di gereja saudara ada baptis yang dipercik?

Apakah di gereja saudara mengijinkan jemaat berbahasa roh? Atau justru apakah di gereja saudara melarang jemaat untuk berbahasa roh?

Apakah di gereja saudara mempraktikkan kegiatan-kegiatan profetik seperti misalnya penggunaan panji-panji / bendera-bendera, dll? Atau justru di gereja saudara melarang hal-hal profetik seperti itu?

Apakah di gereja saudara melarang penggunaan minyak urapan? Atau justru gereja saudara sering menggunakan minyak urapan?

Apakah di gereja saudara mengadakan perjamuan kudus sebulan sekali? Atau malah seminggu sekali?

Apakah di gereja saudara beribadah dengan tepuk tangan saja? dengan diiringi organ mungkin? Atau justru di gereja saudara beribadah gegap gempita dengan full band?

Kenyataannya, tidak ada yang salah. :)

Saudara boleh melakukan apapun sesuai dengan yang saudara-saudara percayai benar dilakukan untuk memuliakan Tuhan.

Lakukanlah yang menurut hati nuranimu baik dan benar. Bukan masalah boleh tau tidak boleh, tetapi ikutilah norma-norma atau aturan yang berlaku di daerah itu supaya jangan kita menjadi batu sandungan untuk orang lain. (RM.14:13)

Kerajaan Allah bukanlah soal daging yang terlihat oleh mata, tetapi soal Kebenaran, Damai sejahtera, dan Sukacita oleh Roh Kudus.


Jangan melakukan ini itu, atau Jangan mengharamkan ini itu yang membuat saudara kita tersandung. 

Dan juga jangan melakukan hal-hal yang bertentangan dengan norma-norma setempat juga, karena itu akan menjadi batu sandungan untuk masyarakat sekitar.
 
Janganlah kita menghakimi orang lain hanya karena orang lain memiliki cara yang berbeda atau prinsip / paham yang berbeda dengan kita.

Tapi biarlah apa yag kita lakukan itu bisa membawa kita dan semua orang kepada Kebenaran, Damai sejahtera, dan Sukacita dalam Roh Kudus.

Jangan ragu untuk bertanya jika masih ada yang belum jelas atau yang mengganjal di hati saudara. Saya berdoa biarlah Roh Kudus menuntun dan memberikan pengertian yang baik dan benar kepada saudara.

Tuhan Yesus memberkati, Amin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar