Kamis, Februari 20, 2014

Tanggapan Untuk "I'm letting my wife go"-nya Seth Adam Smith

Seth Adam Smith menuliskan tentang sifat dan karakter dia dan istrinya yang begitu berbeda, sehingga mereka sampai menggambarkan keduanya sebagai Ikan dan Burung yang jatuh cinta dan menikah. Teman-teman bisa membacanya di sini.


Perbedaan kebudayaan kita sebagai orang timur dengan mereka jelas sangat mempengaruhi pola pikir kita ya. Mungkin ada di antara teman-teman yang setuju, tapi saya yakin banyak yang tidak setuju dengan keputusan mereka untuk berpisah (walau itu bukan bercerai menurut mereka).

Jadi intinya, Smith bilang bahwa mereka itu sekarang berpisah karena Smith ingin fokus dengan kehidupannya, pun istrinya ingin fokus dengan kehidupan dan karirnya. Sifat dan karakter mereka berdua begitu berbeda, sehingga berpisah untuk membiarkan masing-masing bisa terbang lebih tinggi dan berenang lebih jauh adalah hal terbaik menurut mereka.

Tapi apakah benar demikian?

Karena kita adalah anak Tuhan, mari kita buka Firman Tuhan. Hahaa iya dong, kan Alkitab adalah Buku Penuntun Hidup kita. :)

Janganlah kamu saling menjauhi, kecuali dengan persetujuan bersama untuk Sementara Waktu, supaya kamu mendapat kesempatan untuk berdoa. Sesudah itu hendaklah kamu kembali hidup bersama-sama, supaya iblis jangan menggodai kamu, karena kamu tidak tahan bertarak. (1Kor.7:5)


Perhatikan kata yang saya tebalkan. Kita diizinkan untuk saling menjauhi tapi hanya untuk Sementara Waktu, itupun supaya kita mendapat kesempatan untuk berdoa.

Tidak bisa dipungkiri, kehidupan rumah tangga suami istri pasti tidak mulus 100%. Pasti ada saja masalah. Wajar karena memang kita masih manusia yang hidup dalam daging. Saat suami istri sedang tidak harmonis, mungkin membuat keduanya tidak bisa berdoa.

Karena memang kita ngga bisa berdoa kan kalo sedang marah sama orang? Atau sedang kesal, atau sedang emosi? Nah, dengan berpisah untuk sementara, kita bisa menenangkan diri, lalu berdoa, dan kemudian bersatu lagi dengan pasangan kita.

Dan lagipula, bukankah kita wajib untuk membangun mezbah keluarga? Kita harus memiliki ibadah keluarga yang kita bangun setiap hari. Bagaimana kita bisa melakukan itu kalau kita tidak bersama dengan pasangan?

Bahkan jika Suami atau Istri bekerja di tempat yang jauh dalam waktu lama pun, disarankan agar pasangan ikut pindah agar tetap bisa hidup bersama.

Sekarang bagaimana kita bisa menerima proses jauhan sebagai sebuah solusi dalam rumah tangga? No! Kita tidak bisa menerima paham ini karena jelas bertentangan dengan ajaran Firman Tuhan.

So here is my humble opinion for Smith. You've got to find another way to solve it man. Husband and wife must not be separated for any reason. How could you build a prayer house on your family if you're separated. Please read 1 Corinthians 7:5, and  I pray that you will find the truth there. God bless you and your wife. Amen.

**that picture's taken from Smith blog. :)

1 komentar:

  1. agree wif u mamen..
    namun yg menarik di artikel itu yaitu bahwa dia blg 'true love will let her/him go but one thing for sure that she /he will always return/back again,.'
    jd maksud nya 'smentara wkt' krn pst akan kembali / bsatu lg,,
    yup, krn mrk mnganut aliran western, itulah yg tbaik yg bisa mrk lakukan..
    amen for your pray, hope they will have happiness n blessed family in God..
    thanks mamen, tharu banget aku sampe di bikin postingan nya gini hanya utk mnanggepi artikel yg ku kasih..
    soswiittt :-) :-) :-)

    BalasHapus